Video

Wednesday, November 5, 2014



Melalui perantara bahasa, manusia dapat berkembang satu sama lain baik secara lisan maupun tulisan. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan fikiran dengan jelas, maka ucapannya harus mengandung makna.
Sejarah bahasa itu menerangkan asal usul kelahiran suatu bahasa dan perkembangan penulisannya. Penulisan yang tertua dalam sejarah bahasa ialah bahasa mesir kuno dan Cina kira-kira 5000 tahun yang lalu.

Menurut ahli sejarah bahasa melayu berasal dari bahasa Austronesia (bahasa Malay Polinesia). Rumpun bahasa-bahasa Austronesia terbagi atas kelompok besar yaitu Nusantara (Malaysia, Indonesia, Filifina dan Madagaskar), Melanesia ( Iran, Karolim dan Salmon) Polinesia ( Maori, Hawaii dan lainnya). Bahasa melayu termasuk dalam kelompok bahasa nusantara. Kelompok bahasa nusantara ini terbagi pula jadi dua rumpun bahasa yaitu bahasa Nusantara Barat seperti bahasa Malaysia, Aceh, Melayu, Jawa, Sunda, Dayak dan Tagalog dan bahasa Nusantara Timur mengandung bahasa Solo Roti, Sika dan lainnya.

Bangsa Indo-Melayu atau Austronesia yang datang ke alam melayu pada awalnya memakai bahasa melayu proto ( induk bahasa melayu). Bahasa yang berasal dari Induk yang satu mulai berkembang didalam lingkungannya. Oleh sebab itu lahirlah Dialek dan seterusnya berkembang menjadi bahasa-bahasa yang berlainan seperti bahasa Jawa, Dayak, Minangkabau, Batak dan lainnya. Jika diselidiki perbendaharaan kata  bahasa-bahasa tersebut akan terdapat banyak persamaan satu sama lain yang menunjukan semua bahasa itu berasal dari satu induk bahasa yaitu bahasa melayu proto. Kini bahasa melayu proto telah berkembang pada sekitar 150 cabang bahasa lainnya. Diperkirakan sejarah bahasa melayu di Jambi. Menurut catatan Cina, kerajaan melayu Jambi tahun 644 masehi pernah mengirim satu utusan ke negri Cina, jika kerajaan melayu sudah mempunyai hubungan diplomatik antar bangsa, sewajarnya kerajaan melayu tua telah mempunyai kebudayaan yang tinggi dan bahasa yang maju.

Sejak abad ke 7 masehi, kerajaan Sriwijaya sudah terkenal di Asia Tenggara sebagai pusat ilmu pengetahuan agama Budha. I-Tsing ( orang cina yang berkunjung ke Sriwijaya) mengatakan bahwa bahasa melayu kuno digunakan sebagai bahasa pengajaran di pusat pengajian Budha di Sriwijaya, dalam mengajar bahasa Sanskrit dan falsafah agama Budha. Bahasa sanskrit merupakan bahasa kitap Veda ( Hindu) dan juga bahasa kaum bangsawan. Akibat pengaruh bahasa sanskrit, bahasa melayu kuno mengalami perubahan, perubahan ini terjadi dengan masuknya kata-kata bahasa sanskrit kedalam bahasa melayu kuno yang meliputi seluruh   kehidupan orang melayu, bukti adanya pengaruh ini terlihat pada batu bersurat yang ditemui ditempat-tempat dibawah ini :

·Batu bersurat Talang Tuwo (684 T.M)
·Batu besurat Telaga Batu dan kedukan bukit- Palembang (683 T.M)
·Batu bersurat Karong Berahi, sungai Merangin di Hulu sungai Jambi dan Batu bersurat kota  Kapur di Bangka (686 T.M)
·Batu bersurat Kertanegara (1285 T.M)
·Batu bersurat Pagar Ruyong dan batu bersurat Suruaso atau Suroasa di Hulu Sungai Batang Hari (1375 T.M)

Bahasa melayu bukan bahasa yang statis, tapi dinamik, senantiasa berkembang mengikuti arus perkembangan zaman, terutama dalam penggunaan kata-kata pinjaman. Abad ke 13 dan 14 merupakan zaman peralihan dengan datangnya agama islam. Pada zaman peralihan ini terdapat beberapa batu bersurat yang menun jukan perubahan bahasa melayu, contohnya memakai kata-kata arab ( di Pagar Ruyong 1356) ini melihatkan adanya pengaruh bahasa arab dalam bahasa melayu.

Melalui pengaruh Islam dan huruf arab dalam penulisan melayu, bahasa melayu telah berkembang pesat dan menjadi bahasa yang kaya dengan berbagai istilah yang dipinjam dari perbendaharaan kata Arab dan Parsi. Dengan perkembangan itu, bahasa melayu menjadi bahasa pengantar dalam penulisan yang bercorak agama Islam dan karya-karya sastra, bahasa melayu menjadi bahasa pengantar dalam dakwah Islam didaerah ini. Selanjutnya bahasa melayu telah mencapai taraf bahasa Lingua Franca atau bahasa perhubungan bagi daerah ini.

0 comments:

Post a Comment