Menurut E.B. Taylor, manusia yang awal hidup di dunia menempuh pengalaman seperti mimpi , khayalan dan peristiwa kematian. Perisitiwa-peristiwa yang ditempuh itu menjadi tanda tanya kepada mereka, sehingga mereka berfikir dan menyakini wujudnya roh (spirit) dalam diri manusia, dan disebut sebagai animisme.
Animisme merupakan satu kepercayaan yang terdapat dikalangan masyarakat yang masih dalam kehidupan sederhana. Animisme ini diciptakan oleh E.B Taylor dari perkataan latin “anima” dan animisme berarti kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus (spiritual beings). Kepercayaan yang kepada mahluk halus dan roh merupakan azas kepercayaan agama yang mula tumbuh dalam alam pemikiran manusia primitif.Dalam masyarakat yang sedang berkembang seperti suku bangsa melayu, ciri-ciri animisme masih ada, terutama pada masyarakat pedalaman, walau sudah ada gerakan modernisme dalam islam yang memerangi kepercayaan lama ini yang dianggap sebagai khurapat dan tahyul.
PENGARUH HINDU
Berdasarkan penemuan di Kalimantan Timur, kira-kira abad ke 4 masehi terdapat kerajaan Hindu di Kalimantan dengan rajanya Mulawarman. Agama Hindu yang dianut masyarakatnya adalah dari aliran Brahmaisme. Pada abad ke7 di Sumatra terdapat dua kerajaan melayu dengan pengaruh Hindu , yaitu yang berpusat ditepi sungai Batang Hari dann yang Berpusat di Palembang yaitu Sriwijaya. Di Jawa kerajaan Hindu yang termansur adalah kerajaan Mataram dengan rajanya yang bernama Sanjaya beragama Hindu dan digantikan oleh raja prapanca yang beragama Buddha. Kerajaan Mataram mendirikan candi-candi seperti Borobudur, Mendut, Sari, Kalasan dan lainnya.
AGAMA HINDU DAN MELAYU
Sebelum agama Hindu dan Budha dibawa ke alam melayu, penduduk didaerah ini menganut faham agama yang bercorak animisme. Agama Hindu dibawa dari India dan mendapat tempat dikalangan raja-raja melayu dan jawa. Walaupun agama Hindu menjadi panutan poenduduk daerah ini ( khususnya kalangan raja dan kaum bangsawan), namun unsur kepercayaan lama masih, terus diamalkan sepertio pemujaan kubur datuk nenek yang sering dilakukan raja-raja Hindu di Jawa seperti Hayam Wuruk.
Setelah agama Hindu berkembang di alam melayu adalah Gunawarman ( bekas raja di Kasyimir India ). Agama Hindu dan Budha menghadapi perubahan yang radial dialam melayu. Walau kedua agama ini menjadi satu yaitu Hindhu-Budha. Misalnya dalam bentuk baru ini budha menjadi Visynu, sedang visyna adalah diantara dewa-dewa yang utama dalam konsep Trimurti dalam agama Hindu. Warisan proses pembauran ini digambarkan. Dalam dalam agama doktrin Hindhu Bali. Doktrin ini menerima kedudukan”Pedanda Budha” yaitu pendeta agama budha dalam upacara keagamaan. Proses pembauran antara agama Hindu dan Budha telah berlaku di alam melayu melalui kerjasama antara agama Hindu dan Budha telah berlaku dialam melayu kerjasama antara pendeta dari kedua agama dalam melakukan upacara-upacara tertentu.
PENGARUH HINDU DALAM PEMIKIRAN MELAYU
Sebelum agama Hindu berkembang di alam melayu, orang melayu di pengaruhi oleh paham animisme, paham ini berbentuk kepercayaan kepada semangat, pemujaan roh nenek moyang dan mahluk alam gaib. Kepercayaan animisme adalah kepercayaan yang amat komplek. Kepercayaan ini mengatur tingkah laku manusia terhadap alam sekeliling, karena mereka percaya bahwa setiap fenomena alam mengandung kekuatan gaib atau penunggu. Pengaruh pemikiran hindu ini terdapat dalam warisan seperti jampi-jampi dan mantera. Pemikiran hindu yang diwarisi dalam sastra melayu banyak membicarakan alam khayalan yang didiami oleh dewa-dewa yang diketuai oleh Batara Guru, seperti Hikayat Seri Rama yang menceritakan watak tokoh Seri Rama sebagai jelmaan dewa pemelihara.
PENGARUH HINDU DALAM SISTEM PEMERINTAHAN
Menurut Coedes kebudayaan hindu yang berkembang di asia Tenggara hanya bertumpu dikalangan kaum bangsawan. Jadi tidak heran banyak terdapat kesan bahwa pengaruh hindu dalam sistem pemerintahan melayu tradisional. Konsep raja dan kerajaan adalah dari istilah kebudayaan hindu, sementara keonsep negeri atau negara dalah dari kata sanskrit, artinya masyarakat yang hidup dalam suatu daerah secara berkawasan, Raja di samakan dengan konsep “Devaraja” atau pemerintah yang sama kedudukannya dengan dewa-dewa. Konsep devaraja merupakan tradisi Brahmin yang beranggapan bahwa raja mempunyai kuasa penuh dalam urusan agama dan kepercayaan. Oleh sebab itu “Raja sebagai dewa”, maka statusnya amat tinggi dan merupakan wakil Tuhan di dunia. Kedudukan raja amat tinggi disisi rakyat. Baginda dipercaya sebagai orang suci karena didalam sarafnya mengalir darah putih, oleh sebab itu orang kebbanyakan dilarang meyentuhnya. Raja dianugrahkan kuasa daulat melalui istiadat pertabalan. Orang melayu yang melnaggar daulat akan menerima pembalasan dari kuasa gaib, karena dimurkai raja. Dengan inilah terjadi wujud perang pemisah antara raja sebagai kasta tinggi dengan rakyat sebagai kasta rendah. Demikian juga pengaruh hindu dalam sitem pewarisan pemerintahan yang berazaskan kepada keturunan yaitu kepada anak raja dari permaisuri raja, Sitem politik hindu dalam gelar pada jawatan pegawai kerajaan hinga pembesar seperti seni paduka bendahara, laksamana dan permaisuri.
PENGARUH HINDU DALAM ADAT ISTIADAT
Adat istiadat melayu bermula sejak seseorang itu lahir, sejak ibu mengandung hingga kanak-kanak itu besar, berbagai adat istiadat dilakukan oleh orang melayu seperti melenggang perut sewaktu ibu hamil, menjejak kaki kebumi sampai pada perkawinan hingga kematian. Upacara itu dilakukan untuk mohon supaya sang dewa memberi kebahagiaan dan kesejahteraan kepada anak tersebut serta seluruh anggota keluarganya. Pengaruh kebudayaan hindu juga terdapat dalam perkawinan yaitu pada penggunaan sirih dan pinang, beras kunyit dan berinai, Tapi dalam kematian adat hindu tidak diilakukan lagi oleh orang melayu, karena ketentuan Islam sudah dominan terlaksana dalam masyarakat, namun unsur-unsur kepercayaan hindu masih dilaksanakan bagi sebagian orang melayu seperti kenduri kematian meniga hari, menujuh hari, empat puluh hari dan seratus hari.
PENGARUH HINDU DALAM BAHASA DAN SASTERA
Bahasa sanskrit telah mempengaruhi bahasa melayu sejak pengaruh kebudayaan hindu hingga zaman kedatangan Islam pada abad ke 13 masehi. Banyak perkataan sanskrit atau hindu tua yang dipinjam dan masih dipakai dalam bahasa melayu sampai sekarang. Dalam keagamaan seperti sembahyang, dewa, dewi, dosa, siksa, nirwana. Syurga, neraka, restu serta sebagainya, dan dalam kehidupan sehari-hari seperti budi, karya, jasa, gajah, cipta, boneka, negara, guru, harta, warna,duka, jiwa dan beratus ratus kata sanskrit lain yang tanpa sadar kita pakai itu berasal dari bahasa Hindu tua.
Disamping bahasa, pengaruh sastra India juga banyak berkembang dalam sastra melayu. Epik-epik ramayana dan mahabarata telah melahirkan berbagai prosa atau hikayat dalam sastra melayu. Unsur-unsur sastra Hindu juga mempengaruhi cerita-cerita pelibur lara, cerita jenaka, cerita berbingkai dan sebagainya. Begitu juga pengaruh dalam puisi melayu seperti mantra, seloka dan gurindam.





0 comments:
Post a Comment