Video

Wednesday, November 5, 2014



Islam mulai tersebar di alam melayu sejak abad ke 13M. Islam bermula di Pasai sekitar tahun 1297M dan Trenggano pada tahun 1303 M. Kedatangan Islam kedaerah ini telah membawa perubahan yang dinamik dalam kehidupan orang melayu. Prof Taib Osman berpendapat bahwa kedatangan Islam ke nusantara telah membawa perubahan sehingga menjadikannya sebahagian dari dunia Islam. Perubahan itu meliputi semua aspek kehidupan orang melayu, seperti dalam  bidang bahasa, sastra, intelektual, undang-undang, kepercayaan, politik, adat istiadat, kesenian dan lainnya. Setelah kedatangan Islam , bahasa Arab  sebagai bahasa resmi agama Islam mulai mengambil alih bahasa sanskrit dikalangan orang melayu, Huruf arab digunakan untuk penulisan bahasa melayu yang disebut huruf Jawi, Huruf baru yang berasal dari alquran telah menggantikan huruf Kawi dan Nagari.

Setelah Islam masuk, bahasa melayu mengalami perubahan yang sangat pesat dengan meminjam kata-kata arab, sehingga bahasa melayu menjadi media ilmu pengetahuan seperti Teologi, falsafah, etika dan lainnya. Menurut Van der Kroef, bahasa melayu menerima pangaruh Islam dengan begitu kuat, malah melayu tanpa Islam di ibaratkan sebagai diri tanpa nyawa. Dengan kedatangan Islam ke alam melayu, hingga bahasa melayu mengalami proses pemoderenan dan tersebar luas sehingga menjadikannya Lingua Franca di daerah Nusantara.

Pengenalan ilmu pengetahuan yang bercorak falsafah maka Islam memperkenalkan pemikiran yang bercorak rasional dan intelektual dalam masyarakat melayu. Islam juga menekankan unsur persamaan sosial, keadilan, individual, kemuliaan dan kepribadian insani. Dengan itu Islam merobah pandangan dunia orang melayu dari pandangan bercorak mitologi , fantasi kepada pemikiran yang bercorak intelektual yang berazaskan ilmu falsafah Islam dan Mistik yang rasional dan ilmiah. Dengan demikian Islam menekankan kedua aspek jasmani dan rohani untuk membangun masyarakat melayu.

Terhadap ilmu pengetahuan, Islam di alam melayu mengembangkan tradisi pendidikan dan pengajaran dorongan belajar berawal dari pengajaran membaca alquran untuk tujuan ibadat, pusat pengajian permulaan berawal di mesjid atau surau, kemudian disekolah-sekolah seperti madrasah, pondok pesantren. Bidang ilmu yang dipelajari bahasa arab, fiqih, falsafah, teologi, logika,etika, hadis, tafsir dan lainnya. Melalui sistem pengajian tersebut lahirlah para cendikiawan dan ulama dalam masyarakat melayu untuk menjadi pegawai, guru dan ahli agama, ahli fikir dan pujangga seperti Hamzah Fansuri, Nurudin Alraniri dan lainnya.

0 comments:

Post a Comment